Kemendik Terapkan Smart Classroom Modern di Indonesia

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemakmuran negara Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan mewujudkan cita-cita menjadi Indonesia Emas 2045.

Sebagai informasi bahwa saat ini pemerintah telah menggelar beberapa pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Beberapa pembangunan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, pembangunan sektor pendidikan, pembangunan sektor kesehatan, pembangunan industri baru, pembangunan Ibu Kota Nusantara, pembagunan fasilitas umum, dan pembangunan fasilitas olahraga.

Banyak negara tetangga yang memberikan apresiasi dan dukungan kepada negara Indonesia, karena pada akhirnya negara Indonesia adalah negara yang hebat dan berani untuk membangun Ibu Kota Baru, yakni Ibu Kota Nusantara.

Saat ini pemerintah yakin bahwa pada beberapa tahun kedepan, negara Indonesia akan menjadi pusat investasi di dunia, dan negara Indonesia akan menjadi negara hijau dan negara maju.

Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia tersebut, maka kita harus memulainya secara bertahap, yakni pilar dasar yang harus dilakukan adalah dengan mulai meningkatkan program pendidikan di Indonesia, karena saat ini program pendidikan masih tergolong rendah dan kalah saing dengan program belajar negara maju lainnya.

Hal yang paling penting untuk dapat menjadi negara maju ialah dengan mencerdaskan seluruh masyarakatnya, dengan adanya kecerdasan tersebut maka sumber daya manusia (SDM) akan mulai meningkat dan banyak masyarakat yang mampu menciptakan hal baru yang dapat berdampak positif untuk kemajuan negara Indonesia.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini banyak masyarakat Indonesia yang masih mengalami gaptek atau gagap teknologi, dan hal tersebut dialami hampir di semua kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua.

Oleh karena itu, pada beberapa pekan yang lalu, Presiden Prabowo Subianto resmi mengeluarkan kebijakan baru yakni mengubah sistem program belajar di Indonesia menjadi lebih modern dan melibatkan teknologi dalam seluruh proses belajarnya.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa teknologi sangat canggih dan hebat, maka kita sebagai manusia harus dapat mengikuti perkembangan zaman dan mahir dalam menggunakan teknologi.

Karena pada dasarnya, teknologi merupakan alat yang akan membantu dan memudahkan kita dalam mengerjakan suatu hal, khususnya teknologi yang berbasis kecerdasan buatan atau artificial inteligence.

Baru-baru ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pihaknya akan memulai program digitalisasi seperti apa yang telah diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Abdul Mu’ti menjelaskan, program belajar digitalisasi atau smart classroom akan diterapkan di 315.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia secara bertahap.

Abdul Mu’ti juga menjelaskan bahwa program belajar digitalisasi sudah dimulai sejak beberapa pekan yang lalu, dan pihaknya telah menargetkan bahwa penerapan program belajar digitalisasi akan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2025.

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah berharap bahwa dengan program belajar digitalisasi atau smart classroom, maka proses belajar di Indonesia akan semakin efektif, efisien, modern, dan siswa-siswi dapat mengikuti kurikulum internasional yang juga diterapkan oleh negara maju.

Bukan hanya siswa-siswi saja yang akan mendapatkan pengalaman baru dan proses belajar digitalisasi, melainkan guru dan tenaga pendidik (tendik) juga akan mendapatkan pengalaman baru, dan guru serta tendik akan dilatih terlebih dahulu dalam mengimplementasikan smart classsroom.

 

Penerima Program Smart Classroom

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, saat ini pihaknya akan berfokus dan memprioritaskan sekolah tertinggal, terdepan, dan tertular (3T) untuk menerima program belajar digitalisasi atau smartclassroom.

Menurut Abdul Mu’ti, meskipun kita telah hidup dalam perkembangan zaman dan teknologi yang canggih, tetapi pada realitanya sampai saat ini masih banyak sekolah yang tertinggal dan tidak layak, mayoritas dari mereka adalah para siswa-siswi yang tinggal di daerah pedalaman dan desa tertinggal.

Abdul Mu’ti menjelaskan, pihaknya telah melakukan kalkulasi tentang sasaran utama dan prioritas penerima program smart classroom, total keseluruhan sasaran daerah 3T yakni terdapat sekitar 33.182 sekolah dari total 300.000 sekolah di Indonesia.

Sasaran prioritas 33.182 tersebut mencakup beragam jenjang, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menenah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Abdul Mu’ti mengaku bahwa pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025 lalu, pemerintah telah menurunkan sejumlah peralatan dan perlengkapan teknologi elektronik modern untuk mendukung program digitalisasi program belajar atau smart classroom, peralatan dan perlengkapan yang diturunkan tersebut meliputi papan tulis interaktif, laptop, internet satelit, solar panel, dan peralatan pendukung pembelajaran.

Bukan hanya mendukung dalam sektor peralatan atau perlengkapan saja, tetapi pemerintah juga akan meluncurkan suatu program belajar yang mencakup semua kurikulum internasional dan terbagi menjadi beberapa jenjang, seperti PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Program tersebut tentunya gratis dan pelajar tidak akan dipungut biaya apapun, bahkan para pelajar dapat mengaksesnya dimanapun dan kapanpun.

Hal ini dapat menjadi bukti bahwa pemerintah tidak akan diam saja untuk perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, dan pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas belajar serta meningkatkan SDM di Indonesia.

Related posts